Long Distance Married (LDM)

Beberapa hari yang lalu, ada rekan kerja saya yang mengajukan berhenti bekerja, dengan alasan dia ingin keluar dr zona nyamannya dan meneruskan bisnisnya. Kemudian terlintas dipikiran saya, apa saya perlu resign juga, untuk keluar dr comfort zone saya? Hehehe…

Saat ini saya dan suami terpisah oleh pulau dan perbedaan waktu. Hal yang menghalangi kami adalah masalah pekerjaan. Dia bekerja sebagai pegawai bumn dengan penempatan di Banjarmasin, dan saya bekerja sebagai PNS dengan penempatan di Tangerang. Lokasi pekerjaan yang berbeda ini lah yang menghalangi kami untuk bisa tinggal di atap yang sama sebagai suami istri.

Konsekuensi ini tentunya sudah menjadi concern kami dari sebelum menikah, khawatir bagaimana kita menjalani rumah tangga dan perkembangan anak2 kami kelak. Dan akhirnya kami sepakat untuk tetap menjalani LDM.

Kenapa saya tidak ikut suami ?

alasan kami LDM adalah karena pekerjaan, ya resign aja kalau gitu salah satunya, gampang kan? Suami sebagai tulang punggung sebaiknya tetap bekerja, istri saja yang resign. Saya sempat menawarkan ide untuk resign atau pindah dari pekerjaan saya, saya bisa berdagang, atau bisa jadi pengajar sekolah/TK/bimbel di kota suami, tapi suami menolak. Mungkin karena keluarga suami juga ada di sini, jadi lebih baik kalau ada kesempatam suami yang pindah ke pulau jawa.

Dan ternyata masih banyak pasangan lain disana yang punya kehidupan rumah tangga LDM, termasuk disekeliling saya, saya masih bersyukur masih di izinin bekerja, ada jg pasangan LDM yang tidak mengizinkan istrinya untuk bekerja. Pokoknya saya niatkan bekerja saya untuk membantu suami membangun rumah tangga kita,  bukan sebagai zona nyaman, bukan pula untuk jabatan. 

Mulai bulan ke lima kehidupan LDM kami, saya mulai cengeng, seharusnya hari kamis kemarin sampai hari ini saya ada disana. Tapi karena ada acara mendadak yang di luar perkiraan kami sebelumnya, agenda ketemu minggu ini di Banjar masin ditunda dulu. Pas hari kamis kemarin denger suara ayah lewat telpon rasanya sedih banget , padahal uda packing lohh saya.. jadilah berurai air mata abis nelp ayah ampe ketiduraan.. eh ternyata ayah disana sampe kebawa mimpi, mimpiin gw..hehehe..(padahal dia gak tau kalo gw mewek)..hehhee

Kehidupan LDM ini harus bisa setttroooong!! Banyak banyak doa dan sabar… dan saya percaya secepatnya kami bisa tinggal bersama. Rasanya pengen banget tinggal bareng suami, pastinya bisa dapet pahala lebih sebagai seorang istri, melayani dan menyiapkan segala sesuatunya buat suami jg merupakan ibadah buat istri. Tapi Allah punya cara lain untuk saya berbakti kepada suami, melalui kesabaran dan kepercayaan.

Yukk bu ibu yang saat ini rumah tangganya sedang LDM, dijalani aja dengan penuh keikhlasan, Siti Khadijah juga pernah ditinggal LDM sama nabi Muhhamad waktu nabi berperang.. hehehe.. Jadi apapun kondisi mu, ya bersyukurlah.. insya Allah, Allah akan menambahkan keberkahan dan rejeki dari setiap rasa syukur dan rasa sabar kita..

Salam LDM

Cheers.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s