untitled

Wedding, pregnant, give birth and live with you are the most I wanted thing in my life..

Hal tersebut akan menjadi salah satu keputusan besar dalam hidup saya, dan saya nggak tau apakah itu keputusan yang terbaik atau buruk..

Apapun hasilnya pada akhirnya nanti… at least saat ini, saya harus mempertimbangkan baik buruknya..

karena saya hanya mau menikah sekali dalam hidup saya..

Only once…

no matter what happened ahead…

only once…

so it’s need to be a perfect decision..

Ketika saya sudah memilih untuk mengambil keputusan tersebut, berarti saya sudah siap atau setidaknya saya berani menyiapkan diri dengan segala konsekuensinnya yang akan terjadi..

Yang artinya ketika saya memutuskan dia menjadi imam saya..

Saya harus mencintai dan menyayanginya dirinya dalam kondisi apapun.. saat kita senang, sedih, bosan, sehat, sakit..

Saya harus patuh dan tunduk terhadap apa yang dia perintahkan sebagai imam saya..

Saya harus menerima apapun kekurangan dan sifat buruk dia nantinya..

Saya harus menerima dan menyayangi keluarganya sebagai keluargaku juga..

Saya harus mau dan iklhas melakukan kewajiban saya sebagai seorang istri.

Saya harus bersyukur dengan bagaimanapun kondisi kita nanti..

Dan  yang terpenting adalah apakah dia mampu berusaha menjadi imam ku yang bisa menempatkan aku di surga..

Apakah dia akan bisa menerima dan tahan dengan kondisi saya apa adanya…

saya ini orangnya ngeyel, keras kepala, suka seenaknya, cerewet, cengeng, dan cacat (my eyes can’t see perfectly)..

Is my life will be change? To be good one or bad one? I don’t know..

I’m too scared for take the decision..

But the only thing for sure, I love him..as always..

Situasi kaya gini, jadi teringat lagi kondisi 4 tahun yang lalu, dimana pada saat itu, aku berani menerima dia dengan segala latar belakang dan kondisinya saat itu untuk menjadi pacar saya..

Segala pessimistic muncul, bisa gak sih gw langgeng dengan dia dengan latar belakang dia saat itu…

Dia aja sebelumnya selingkuh dengan cewenya, dan pada saat dia mengungkapkan perasaanya ke gw, dia baru aja putus dengan selingkuhannya.. apakah dia akan melakukan hal yang sama ke gw.. apakah gw cuma pelariannya dia aja.. apakah rasa sayang dia Cuma rasa sesaat aja.. banyaklah segala hal negative itu muncul dipikiran gw yang ngebuat gw nggak yakin dengan dia..dan padahal saat itu gw berharap setelah dengan Mr.A, orang yang nantinya aku sayang akan jadi orang terakhir buat saya…

Tapi pada saat itu dengan air mata yang ngalir deres di mata gw dan rasanya gak karu-karuan, akhirnya aku berani memutuskan untuk bersama dia dan siap menerima hal buruk tersebut terjadi seandainya gw cuma pelariannya saja, termasuk mengorbankan persahabatan kita sebelumnya..

Nothing to lose..pasrah kemana Tuhan membawa jalan hidup kita…yang penting aku berusaha, meyakini dan melakukan hal yang terbaik untuk dia…

Kalau pada saat itu aku yakin bisa, sekarang aku juga pasti bisa, be positive :)  insya Allah dengan izinNya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s