Men are From Mars and Women are From Venus

Lesson for this week :

Salah satu hal yang harus dihadapi oleh sepasang kekasih adalah memahami secara benar apa yang dimaksud oleh pasangannya dari cara pasangannya berfikir, berbicara dan mengungkapkan perasaan. Kesalahpahaman /misunderstanding dalam hal ini seringkali membuat kita meresa tersinggung, jengkel, kesal dan sampai emosi yang akhirnya akan melukai perasaan satu sama lain.

Tantangan besar yang dihadapi perempuan adalah memahami laki-laki secara benar ketika dia diam, dan tantangan besar yang dihadapi laki-laki adalah memahami perempuan secara benar, ketika ia sedang mengungkapkan perasaannya.

Seringkali ditengah-tengah pembicaraan, laki-laki secara cepat berubah menjadi diam tanpa sebab. Hal ini nampaknya biasa bagi laki-laki. Tapi bagi perempuan, hal tersebut membingungkan. Perempuan akan bertanya berkali-kali kenapa laki-laki itu diam tanpa sebab di tengah pembicaraan. Karena diam tersebut dipandang aneh. Menurut perempuan, diamnya laki-laki itu membingungkan apa dia sedang marah, apa perempuan salah ngomong, apa dia bosen.

Ketika perempuan berbicara dan mengungkapkan pikirannya, biasanya mereka menggunakan susunan kata dalam bentuk melebih-lebihkan, kiasan atau metafora. Sementara laki-laki terbiasa dengan kata-kata yang sesungguhnya. Misalnya “Kamu sama sekali nggak percaya sama aku”, sebenarnya perempuan tidak bermaksud mengatakan laki-laki itu “sama sekali” tidak percaya. Namun laki-laki menangkap perkataan dalam makna sebenarnya dan pesan yang dimaksud  perempuan gagal ditangkap oleh laki-laki. Akibatnya laki-laki akan menjadi marah dan tersinggung karena dibilang “sama sekali” tidak percaya.

Ada sebab lain yang tidak terlintas dalam otak laki-laki kenapa mereka tidak bisa memahami perempuan dengan bahasa lahirnya, yaitu cara dan proses berfikir laki-laki secara umum berbeda dengan perempuan. Cara berfikir perempuan adalah dengan memberikan tempat bagi pikirannya untuk bisa berjalan. Kemudian menjalankannya dengan mulut atau mengatakannya dengan suara. Jadi cara berpikirnya perempuan adalah dengan berbicara. Hal ini berjalan secara spontanitas sehinga semua yang ada dipikirkan perempuan dapat keluar meskipun si perempuan tidak bermaksud seperti itu.

Sementara cara berfikir laki-laki berbeda sama sekali. Laki-laki sebelum mulai bicara, akan melakukan proses berfikir terhadap apa yang dia dengar dan dia saksikan. Laki-laki menggunakan cara berfikir terlebih dulu baru kemudian berbicara. Semua proses itu berjalan dalam otaknya tanpa dimunculkan melalui lidah.

Selain itu laki-laki mampu memilah dan menyimpan informasi dengan rapih di kepalanya, But womens is different, perempuan cenderung melakukan rewind atas informasi yg ada di kepala mereka selama berkali-kali. Satu-satunya cara untuk menghentikan itu adalah dengan cara mengungkapkannya, dengan cerita ke orang lain untuk sekedar menguraikan masalah dan membuat dirinya lega. Hal tersebut membantu wanita dalam mengklasifikasikan dan menata informasi di kepala mereka.

Itulah sebabnya banyak perempuan yang lebih banyak berbicara daripada pasangannya. Lebih suka menceritakan pengalaman hari-harinya, walaupun menurut laki-laki, hal tersebut itu tidak penting untuk diceritakan. Kalau mood laki-laki sedang bagus, seringkali untuk menyenangkan perasaan pasangannya, laki-laki harus berpura-pura antusias terhadap apa yang pasanganya ceritakan. Sebenarnya mereka tidak perlu antusias atau memberikan solusi atas apa-apa yang diungkapkan oleh perempuan. Perempuan hanya butuh pasangannya ada disampingnya, mau mendengarkannya berbicara dan menanggapi dengan sewajarnya.

Wanita berkomunikasi untuk mengekspresikan diri, memberikan support kepada orang lain, dan secara umum; untuk membina hubungan. Sementara itu pria berkomunikasi lebih untuk bertukar informasi, memecahkan masalah, atau bahkan untuk menunjukkan dominansi. Laki-laki lebih suka bicara langsung sesuai tujuannya, sementara pembicaraan perempuan terputus-putus dengan keraguan dan perasaan. Perbedaan dalam selera pemilihan topik pembicaraan antara laki-laki dan perempuan juga menjelaskan kenapa lebih banyak percakapan yang bersifat gunjingan pada perempuan. Lelaki cenderung memilih topik politik, olahraga, sedang perempuan cenderung urusan pribadi, lawan jenis, dan cenderung ke arah yang lebih emosional.

You tell a man something, it goes in one ear and comes out of the other.
You tell a woman something, it goes in both ears and comes out of the mouth.

Demikianlah perbedaan antara laki-laki dan perempuan untuk dapat saling melengkapi satu sama lain…
Perbedaan itu pasti ada ..
Dan semoga kita bisa terus belajar berkomunikasi yang baik dengan memahami dan mengerti cara berpikir pasangan kita masing-masing..

NB.
Postingan ini disponsori oleh kejadian minggu lalu, dimana saya menyampaikan sesuatu dengan tanpa sadar menggunakan majas hiperbola dan membuatnya tersinggung. Sampai akhirnya dia mengkoreksi cara penyampaian saya. Dan gw sempet kesel juga he didn’t get the point!! bukan itu maksud gw loh !!!!!.
Setelah selesai pembicaraan, then I realize bahwa Men Are From Mars And Women Are From Venus.. Haha… although we come from different planet but we have to understand each other..untungnya dia juga ga emosian waktu itu.. hihihi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s