Debat Cagub dan Cawagub DKI – Putaran kedua

Okeh, gw geregetan sendiri nonton debat cagub dan cawagub

Foke bicaranya lebih ke arah normalitas, mengebu-gebu, emosional, arogan, ga mau kalah, fatal banget sampe dia bilang “this is our show”.  Nachrowi wahahahaha.. lucu banget, setiap dia ngomong, gw pengen ketawa, keliatan banget kebanting sama foke. Kerjasama Foke – Nachrowi keliatan banget kurang bagus. Individualis, dan bahkan foke sampai ngabisin waktu buat diri sendiri, si nachrowi cuma disisain beberapa detik.

Jokowi lebih tenang, lebih nyante dan hati2 banget ngomongnya, tapi mukanya sempet stress waktu diserang foke tentang PPATK. Basuki big appalause buat basuki, dia lebih smart dari jokowi. Mungkin karena dulu pengalamannya jadi bupati, kayanya dia ngerti banget seluk beluk birokrasi dan pemeritahan tuh kaya gimana.

Topik yang diangkat dalam debat infrastuktur, kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, transportasi, keamanan, sosial budaya, dan birokrasi. Secara content jawaban, jawaban jokowi – basuski lebih dapat diterima daripada jawaban foke-nara. Foke-nara lebih bicara tentang normalitas, seharusnya mereka bisa membedakan kapan waktunya debat cagub-cawagub, kapan waktunya ujian lisan ppkn. Dan apa2 yang dikemukakan jokowi-ahok itu mengarah pada pengalaman mereka yang turun langsung kelapangan, liat langsung  kondisi apa yang terjadi, tanya2 dan diskusi sama masyarakat yang ada disana. Lah kalo foke, berdasarkan data2, angka kesejahteraan naik lah, angka kemiskinan turun, umur rata2, dan masih banyak lagi. Yang tidak dijelaskan definisi operasional, dimensi dan indikator apa aja yang digunakan untuk mengukur angka2 itu. Dan toh percuma aja dia mengeluarkan angka2, kalo pada hasilnya banyak masyakarat Jakarta yang tidak bisa menikmati perubahan angka tersebut. keliatan kan pemimpin yang cuma perintah2 aja, minta laporan ke anak buah, tapi ga turun langsung, jadi gak tau kalo kondisi dibawah tuh masih carut-marut.

Oke.. sekarang mau bahas basuki,

jd bertanya2 lagi, di akun twiter nya @triomacan2000, si basuki ini dituduh korupsi, tionghoa yang ingin menguasai pribumi, gagal jadi bupati bangka belitung. Jadi kontradiktif kalo ngeliat performancenya basuki tadi. Oke, dia paham pemerintahan, dia paham birokrasi. Dan dia bahkan berani menampilkan penggunaan anggaranya sewaktu menjadi bupati bangka belitung.. Dia paham celah2 kebobrokan birokrasi pada penerimaan cpns, pengadaan barang jasa, pengunaan anggaran pada proyek dan kegiatan. Dan yang selama tadi yang diserang basuki adalah penggunaan anggaran pemda DKI yang sampe 140 T itu larinya kemana aja. Antusiasme dia buat berperang terdadap korupsi tinggi loh.

Pendapat yang gw suka dari debat cagub dan cawagub tadi

1. (Basuki) Birokrasi itu tergantung pemimpin diatasnya, kalo pemimpin diatasnya bersih, lurus, tidak ada toleransi/ pengecualian terhadap korupsi, maka bawahan juga gak berani macem2. Karena budaya pemerintahan masih sangat kental sama senioritas. ~ it is bener banget

2. (Basuki). Dia berani mengatakan proyek jalan non tol antasari yang dilakukan foke itu sama sekali ga menyelesaikan masalah kemacetan, justru malah akan menambah kemacetan di jakarta. Bener juga sih, semakin jalan di tambah akan semakin banyak mobil yang masuk ke jakarta, dan akan tambah bikin macet. Cerdas!!.. solusi kemacetannya adalah dengan mendorong penggunaan MRT.

3. (salah satu panelis) angka kemacetan tidak ada korelasinya dengan angka kesejahteraan, bukan berati orang2 yang semakin sejahtera, lalu meraka membeli mobil jadi menimbulan macet. Tapi karena tidak ada pilihan lain untuk bertransportasi dengan layak akhirnya orang2 terpaksa membeli kendaraan. Dan itu juga belinya terpaksa di cicil, bukan cash.

4. (Jokowi) pendidikan dan kesehatan menjadi kebutuhan dasar masyarakat  yang harus dipenuhi. Dan jokowi terpilih kembali menjadi gubernur dengan jumlah 91% di solo, karena beliau bener2 concern terhadap 2 basic need  itu.

5. (basuki) Good idea untuk menyatukan tata ruang dengan transportasi

Isu pencitraan yang sedang menyerang jokowi. Bedakan pencitraan jokowi dan dahlan iskan. Oke yang namanya pencitraan itu gak akan berlangsung lama ko. Tapi jokowi hampir 9 tahun jadi walikota solo tp citranya masih tetep oke ko. Efek negatif dari pencitaan media yang terlalu berlebihan kepada dia adalah,  image  dia akan jadi sangat sangat sangat ideal (perfect). Kenapa itu bahaya?, ketika kita sudah mengidolakan seseorang tapi yang namanya manusia itu kan gak ada yang sempurna, ketika idola kita melakukan kesalahan kecil aja, kita pasti akan mulai membenci dan antipati, karena apa yang terjadi tidak sesempurna dengan bayangan ideal kita.

Eniwais, kalo gw suruh milih gw akan tetep abstein😀

Foke-nara gak bisa diandelin, jokowi-basuki bagus, tapi sayang, dalam Islam memlih pemimpin itu harus tetep yang seiman🙂, eh tapi jokowi kan seiman yaa :p

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s