Witing Tresno Jalaran Soko Kulino

Witing Tresno Jalaran Soko Kulino, Cinta itu tumbuh karena terbiasa bersama-sama, entah mengapa pepatah Jawa tersebut terbukti pada hidup saya. Begitu juga dengan dia, dia dulu adalah sahabat pria terdekat saya. Kita bertemu dan sekelas semenjak saya menduduki semester 1 di IPB. Pertemuan awal bukanlah hal yang berkesan buat kami, kami bahkan tidak menyadari bagaimana pertama kali kita bertemu, berbincang dan berteman. Pada tahun pertama di IPB, saya tidak mengenalnya begitu dekat, maklum kami beda kelompok bermain, dia hanya berurusan dengan saya apabila dia ingin meminjam buku file lirik lagu milik saya. Kemudian pada saat tahun kedua, pemilihan jurusan, kami sekelas lagi di Manajemen. Sampai saat itu pun saya belum menganggap penting kehadirannya karena dia hanya teman biasa yang rajin minjem buku catatan kuliah saya. Pada saat itu, dia jadian dengan temen sekelas, dan saya pun juga jadian dengan temen sekelas. Tapi umur jadian kami dengan masing2 pasangan kami hanya sekitar 3 bulan.Menginjak tahun ketiga, kami semakin sering bersama, saat kegiatan perkuliahan, tugas maupun dalam kegiatan organisasi, kebetulan dia satu organisasi dengan saya di Himpro Manajemen, dan karena dia juga orang Bekasi. Saya semakin mengenalnya, dia terkenal tukang ngaret, jadi dia suka meminta saya untuk men-tag kan kursi kuliah untuknya, kalau mau ujian dia akan menanyakan info, buku catatan dan bahan kuliah kepada saya. Namun itu semua berjalan begitu normal seperti layaknya teman.

Tahun keempat, dia terpilih menjadi ketua Himpro Manajemen, kadang dia begitu sibuk dan entah menghilang kemana, dia sering titip absen kepada saya, sehingga dia tidak hadir diperkuliahan lagi. Saya sempat merasa kehilangan sosoknya yang bisa membuat saya ketawa dengan kekonyolannya. Ketika ada masalah saya cuka cerita kepada dia, salah satu nasihat yang aku ingat, dia pernah bilang “panasnya bara api bukan menghambat laju kereta apai, tapi justru mempercepat laju kereta api tersebut”.  Menurutku dia sosok yang dewasa dan rasional dalam menilai suatu masalah, mungkin itu yang membuat saya nyaman bercerita dengannya. Sampai akhir semester 7, dia semakin jauh dan kami tidak lagi saling cerita, dan tiba-tiba dia muncul dengan membawa berita kalau ternyata dia jadian dengan salah satu cewe anak sma, dan baru jadian sebulan dia selingkuh dengan cewe lain yang masih sma juga. Wew.. saya juga baru mengetahui cerita ini belakangan, karena tiba-tiba dia dan cewenya dateng ke rumah saya yang dibogor dan cewenya menginap dirumah saya karena rumahnya jauh. Setelah kejadian itu dia baru cerita dengan saya semuanya.

Akhirnya kita menjadi dekat lagi, ternyata cewe barunya bukan orang yang tepat, cewenya pun selingkuh dengan orang lain. Saya sempat curiga, sebab waktu menginap dirumah saya, si cewe tersebut asik telp-telpan dengan cowo lain. Tapi saya tidak berani bilang ke dia, mungkin cowo di telp tersebut tidak seperti yang saya maksud.

Lalu kami dekat lagi, 2 minggu kemudian dia putus dengan cewe tersebut. Saya kembali menjadi tempat curhatnya, belum lagi masalah organisasi yang saat itu sedang polemik. Sampai suatu waktu, saat saya dan dia pulang ke bekasi, dia bawa coklat toblerone, kita makan coklat itu diangkot menuju baranang siang, karena hari sudah malam jadi di angkot tersebut tidak banyak orang. Dan untuk pertama kalinya dia menggandeng tangan saya saat menyebrang di dekat terminal barang siang. Untung saja jantung saya tidak copot pada saat itu, berasa sedang niagaragara di dufan. Saya hanya diam, kaku tidak bisa berkata apa-apa.

Setelah kami di Bogor lagi, kami jadi sering telp-telpnan sampai larut malam, Ya…saya menyukainya, dia mampu membuat saya tertawa bahagia, dia punya sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang lain, tapi saya nggak tau itu apa. Saya betah ngobrol ngalor ngidul berjam jam dengan dia. Beberapa hari lagi kami akan menyelesaikan kegiatan perkuliahan kami  sebagai mahasiswa dan akan menghadapi UAS. Mata kuliah terakhir kami adalah ekonomi syariah, tapi dia tidak hadir saat itu. Esoknya hari jumat dia ngajak saya jalan ke botani square. Setelah dia jumatan, dia jemput saya dirumah dan kami langsung ke Botani Square. Kita nonton film YES MAN saat itu.

Selesai nonton jam 8 malam, lalu kami makan di Solaria, di sinilah dia mengungkapkan semuanya. Dia sayang sama saya, tapi karena dia tidak mau menyakiti hati perempuan lagi, terlebih saya temannya, lebih baik kita temanan, karena dia nggak mau hubungan baik dengan saya sewaktu-waktu rusak dan karena dengan status pacar dia takut nggak bisa memberikan apa yang aku inginkan dia sebagai pacar. Saya nangis saat itu juga, saya tidak mau nerusin hubungan kita tanpa komitmen. Pembicaraan panjang kita itu sampai larut dan solaria nya mau tutup, dan pada saat itu sendal saya putus sebelah!!!.. sial!!..dan akhirnya dia beliin sandal dulu buat saya di giant. lalu kami keluar dari Botani Square, karena sudah malam angkot 03 jurusan baranang siang – laladon agak susah, akhirnya kami jalan dulu, kami jalan sambil ngobrol panjang lebar sampai akhirnya kami sudah jalan sampai depan Regina Pacis. Wew..ga berasa jauh banget ya rupanya, dari situ kita baru naek angkot menuju rumah saya di Ciampea.

Sampai rumah jam 11:00 malam dan kita pun masih membicarakan sampai jam 00.30 malam di teras depan rumah saya. Padahal besok paginya dia harus presentasi buat Raker Himpro. Akhirnya kami sepakat untuk memulai langkah baru, saya juga sempat berfikir 2 (dua) kali bagaimana mungkin saya bisa bersama dengan orang yang pernah baru sebulan jadian kemudian selingkuh, bisa saja apa yang dia lakukan berulang kepada saya. Tapi Tuhan mungkin merencanakan untuk bertemu orang yang tidak tepat dulu sebelum kita bertemu orang yang tepat. Sudah 2,5 tahun sejak saat itu saya telah bersamanya. Kami belajar melalui proses, belajar mengerti dan menerima baik dan buruk keadaan kita masing-masing, dan itu mampu mengubah saya dan dia menjadi sosok yang lebih dewasa dibanding saat itu. Love Him Much

16 Januari 2009

saya dan dia masih sama-sama kurus banget, rambut saya masih pendek ya. hihihi, poninya dia ngalahin poni gw deh.. xixixix

Originally post here

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s