Is it the right policy?

Warning : *Please close this posting if you can’t persist from my LABIL-lity*

Setelah melalui beberapa tahapan tes dari tes tertulis, interview ini itu, akhirnya hari ini dia tes medical cek up program MT bank B*I, dan gw berharap banget banget dia bisa diterima bekerja di bank ini. After everthing what he’ve been through, I think he deserved this oppurtunity and I really beg to God that this will be happen.

Pada saat awal mengikuti tes pertama dia pernah bilang ke gw salah satu persyaratan untuk ikut tes itu adalah 1) belum menikah dan 2) tidak diperbolehkan menikah selama masa kontrak a.k.a 5 Tahun. Masalah nikah ini erat kaitanya dengan faktor U alias u-m-u-r. Dia 27 Nov 87 dan saya 14 Feb 88, secara hitungan matematika dia lebih tua dari saya 3 bulan, kalau sekarang dia berumur 23 tahun, maka setelah 5 tahun umurnya menjadi 28 tahun (koq kaya belajar tes bakat skolastik ya, hehe)..So do my age.
But, the problem is I don’t believe this was the real B*I policy. Let see closer, gak masuk akal banget, persyaratan pertama belum menikah oke itu masuk akal, persyaratan kedua tidak boleh menikah selama masa kontrak 5 tahun, Itu gak mungkin, Umur rata-rata orang pelamar kerja adalah 23-25, ketika yang bersangkutan baru diperbolehkan menikah ketika berumur 28-30 tahun. Maka perusahan yang menerapkan kebijakan tersebut akan tumbuh menjadi suatu perusahaan dengan kumpulan perjaka tua, dimana status tersebut akan membuat galau dan risau (tsaahh…) para pegawai pria yang notabene belum menikah itu dan tidak mustahil status tersebut berimbas pada performance kinerja mereka. (hahaha…jauh amet nyambunginnya)
Saya sempet bertanya lagi bener nggak persyaratanya seperti itu. Dia bilang pada saat pengarahan tes awal di jelaskan seperti itu.Tapi temen sekantor saya kebetulan baru menikah dengan orang B*I yang masuk lewat program MT 2 tahun lalu. tapi dia tidak menunggu sampai 5 tahun dia sudah bisa menikah. Suami temen saya itu kebetulan ditempatkan di bagian kebijakan di kantor B*I pusat, dan dia membantah tidak ada aturan seperti itu…yang tidak diperbolehkan menikah adalah hanya selama masa training doang, sekitar 6 – 12 bulan.  Yeiiyyy…That’s not true
Kemarin ayahnya dia juga sempet nanya, Kalo dia keterima di B*I gimana mbak? gw langsung jawab, Wahh,,alhamdulilah banget om..spontan gw langsung jawab gt, “tapi kan ada persyaratan selama masa kontrak ga boleh menikah, bagus nya mungkin tahan nah kalo mbak dewi gimana?” haduuh hihihi, pengen langsung jawab si, saya mah sabar2 aja om kalo nunggu dia, tapi meningat lagi ucapan itu sebagai Janji, gw takut janji sekarang tapi kalo ternyata kebijakan itu benar terjadi dan gw gak bisa nepatin janji gw kan gw yang ga konsisten namanya, Akhirnya gw cuma jawab, semuanya itu kan nanti ada jalan nya om, yang penting bagus keterima dulu.

Tapi gw yakin ko kalau 1) kebijakan itu ga bener dan 2) kalau emang itu terjadi lihat pasal 1 ,,, wkwkkw…

Gw juga seneng sih hal ini jadi concern nya dia, padahal awalnya gw ga ambil pusing denger kebijakan ini, ya karena kebijakan itu menurut gw ga masuk akal. Dan kita emang pengen bisa nerusin sampai ke level itu, tapi hanya baru sekedar niat dan komitmen, belum ada rencana realnya. Tapi pas kemarin ayahnya nanyain gw jadi kepikiran juga. Hahahaha.. berarti dia juga mikirin itu yah?.. tapi tanggepannya dia cuma dia bersikap sok sok demokratis, mau nunggu silakan mau nyari yang lain juga boleh. hahaha…

Kalau kebanyakan orang pengen punya cita-cita yang tinggi,pengen bisa jadi ini itu. Tapi kenapa gw pas ditanya impian gw, gw cuma kepikiran gw bisa punya keluarga yang bahagia, suami yang jadi imam dan ngebimbing gw, gw bisa ngebesarin, maen & ngedidik anak-anak gw, supaya tumbuh jadi anak yang soleh, ganteng/cantik dan juga pintar. hehe, cetek banget ya impian gw, tapi I do all my best to achieve that.

Tapi sekali lagi, semua yang sudah direncanakan Allah adalah hal yang sebaik-baiknya bagi umatnya. Gw cuma bisa berdoa dan berusaha semoga Allah selalu membimbing dan mempermudah langkah kita untuk sampai kesana. Apapun yang terjadi semua ada jalan dan ada waktunya.

Hohoho.. gw terlalu bersemangat dan berandai-andai dia sudah diterima di bank itu, padahal pengumuman nya baru akan keluar kamis minggu depan. Haaaa… gw deg degan… Tapi sejujurnya gw bener-bener berharap dia bisa keterima, HE DESERVED IT. Ya Allah berikanlah kebahagian untuknya, semoga apa yang dia inginkan adalah yang terbaik untuknya dan dia bisa mendapatkannya, sehingga dia bisa membahagiakan dan membanggakan orang tua, keluarganya dan juga saya. aminnn…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s