Don’t need to be worried for the things that don’t really exist


Untuk urusan hati saya memang egois. Kasarnya, saya masih mau menerima orang itu apa adanya dengan segala kekurangannya, tapi kalau saya tau orang tersebut mempermainkan hati saya, saya akan berfikir ulang untuk tetap bersama orang tersebut. Bukan hanya pacar tapi juga teman loh..

Maaf karena khilaf bukan alasan yang dapat mengembalikan seperti semula. Khilaf pertama memang bisa diterima sebagai khilaf, khilaf yang kedua dan seterusnya menurutku itu bukan khilaf, tapi pilihan. Dan sekalipun saya terfikir untuk memaafkan, bukan berarti saya akan melupakannya, dan pada akhirnya rasa percaya akan semakin berkurang dan tidak menutup kemungkinan masalah ini akan terungkit lagi dan lagi…Dan mudah2an ini TIDAK terjadi pada saya…

Rasa khawatir gw memang agak berlebihan, di tambah mood gw yang sedang sensitif menjelang si bulan datang, ditambah lagi pengen dimanja, ditambah lagi semua hal yang kurang mengenakan datang beruntun. Kalau lagi galau gini, yang paling kena sasaran empuknya adalah sang pacar. 
Masalah yang kecil aja bisa jadi pikiran dan akhirnya malah bikin masalah jadi tambah besar. Omongan dan janji kecilnya yang tidak ditepati pun bisa bikin suasana hati gw ga karuan

Yah, seharusnya gw memaklumi kesibukannya yang harus melahap modul dan paket2 diklat, belum lagi dia harus ujian hampir tiap hari serta kegiatan sosialisasi dengan teman2 diklatnya,, tapi masih punya waktu at least 10 menit kan dari 1440 menit yang dia punya setiap hari buat kasi kabar aku kan?.. Kalau dilihat dari sudut yang berbeda terkesan gw posesif banget yah, masa kemana-mana harus laporan, sementara sama Ibu nya sendiri aja gak kaya gitu2 amet.
But it’s not the point…
Bukan bermaksud untuk membatasi gerak geriknya, mau tau dia ngapaian aja… Tapi gw cuma pengen ngejaga komunikasi diantara kesibukan kita sehari-hari..
Nggak lucu kan, kalo setiap nelp, nanyanya apa kabar? heuheu…

Dan aku pun uda pernah bilang, semakin saya sayang sama dia, akan semakin merasa takut untuk kehilangan dia. Dia pun cuma ngejawab, jangan terlalu banyak mikir, jalanin aja yang kita jalani sekarang. Agak kecewa sih dengan jawaban itu, aku berharap dia akan memberi jawaban dan meyakini saya kalau saya tidak akan pernah kehilangan dia

Tapii ya sudahlah, semua itu sekarang sudah mulai membaik, dan aku pun harus mengambil sikap agar tidak sering2 bergalau-galau ria, kemudian teringat nasihat ayahku, hiduplah mandiri jangan ketergantungan dengan orang lain kalau km nggak mau dikecewakan…
Intinya aku ga boleh sangat ketergantungan sama dia, harus bisa bagi2 pikiran dan fokus, mana untuk keluarga, kerjaan, pacar dan hal-hal lain..Semangat!!!

dan sekarang memang harus lebih pasrah, kalau emang dia jodoh gw pun ga akan kemana, sekarang gw cuma pengen berdoa semoga dia bener2 yang Allah pilihkan untuk saya, semoga juga dia lulus training, dapet nilai yang bagus dan ditempatkan di jabodetabek. Aminn..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s