centralization of contract-married middle eastren people

Kemarin abis ikut konsiyasi job grading di puncak, gw, senior gw (MKH), dan temen dari satker lain (MJS) sama atasan gw, maen ke kota bunga ke vilanya atasan gw yang lain. Atasan2 gw itu pada mau pijet badan. Di deket kota bunga itu ada tempat pijet namanya Hj.Nining, yang pijetannya enak dan mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit. Akhirnya sambil menunggu beliau2 pada pijet, gw, MKH dan MJS maen-maen lah disekitar daerah kota bunga itu.Abis berburu duren dan belaja di outlet sisa ekpor, kita nongkrong di tempat makan di dalam kawasan kota bunga. Berkali-kali kita melihat orang arab yang berbeda lewat dengan mobil APV. Sampai akhirnya gw baru ngeh, kenapa banyak orang arab disini dan naek mobilnya APV semua??.. kata temen gw, MJS, sekarang puncak itu udah kaya kampung arab buat KAWIN KONTRAKNYA orang-orang timur tengah. What???.. kenapa sentralisasinya di puncak sih???..Jadi, orang-orang timur tengah itu banyak yang kawin kontrak sama perempuan Indonesia. kebanyakan sih katanya janda-janda gitu yang mau di kawinin kontraknya,tapi ada juga yang gadis. Umur kawin kontraknya ada yang cuma seminggu, 2 minggu atau sampai hitungan bulan. Ada juga yang perempuannya di bawa ke timur tengah untuk dijadiin istri.  Katanya, untuk cara kawin kontrak nya itu ada yang freelence (tanpa makelar) atau melalui makelar/Ibu asuh. Tukang-tukang ojeg di pinggir jalan biasanya yang mempertemukan orang-orang arab itu dengan pekerja kawin kontak atau ibu asuhnya, nanti sama makelar nya itu dengan biaya tertentu uda disiapin buku nikah dan segala macem persiapan nikah nya.

Gila ya,ga habis pikir KUA yang dibawah kementerian agama jawa barat ini memperbolehkan pengurusan izin menikah kawin kontrak ini. Emang sih, bisa menambah pendapatan dan devisa negara, tapi pertambahan devisa yang bernilai materi itu ga setimpal sama image penurun harga wanita indonesia, belum lagi kalo nanti ternyata si perempuannya hamil, kewenegaran anaknya bagaimana, bapak si anaknya siapa, itu bukannya malah menjatuhkan mental anak sebagai generasi penerus bangsa. Sumpeee deh…konyol banget kaya ginian.

Mungkin gak semua orang arab yang di puncak pada kawin kontrak, ada juga yang emang bertujuan menetap/berlibur disana bersama keluarganya. Kemarin gw juga ngeliat ada sekeluarga orang arab, anak kecil yang sedang bermain sama bapaknya lari-lari kecil dan diikuti perempuan bercadar di belakangnya, disinyalir perempuan ini Ibunya.

Gak lama perbincangan kita mengenai orang arab, lalu ada dua orang arab berjalan mendekati warung tempat makan kita itu. Kemudian dia menyapa kita pakai salam assalamuaikum, lalu kita jawab. Kemudian si orang arab itu membeli sesuatu makanan ringan dan air minum untuk dibungkus. Wew..ternyata mbak-mbak penjual warung nya itu bisa bahasa arab. Dan katanya banyak juga pedagang yang bisa bahasa arab. Jadi percakapan jual beli antara si orang arab sama penjual warung itu menggunakan bahasa arab. Gilaa ya… berarti emang uda pada lumrah dan penduduk setempat uda pada tau kalo disekitar itu banyak terjadi kawin kontrak orang arab.Kenapa ga pada di usir sih tuh orang arab sama penduduk sekitar?

Perjalanan pulang turun puncak, yang biasanya gw cuma tidur di mobil sekarang gw baru memperhatikan jalan kalau ternyata di puncak itu uda berjamuran rumah makan ala timur tengah dan reklame-reklame yang menggunakan bahasa arab. terutama pas masuk dikawasan cisarua sering ngeliat segerombolan orang arab, berbadan besar, jengotan lagi jalan bareng di pinggir jalan. Lalu siapakah yang seharusnya bertugas untuk membersihkan kawasan puncak ini dari praktik nista orang-orang arab tersebut?

Terkadang gw heran, mereka (orang arab) gw pikir adalah orang yang paling ngerti ajaran agama islam, tapi ternyata salah, ya mereka sama aja dan ga beda jauh sama orang nasrani yang sukanya berzinah atau melakukan kekerasan. Tapi mereka solat dan puasa juga. Aneh yaa…dan seharusnya mereka tau jelas-jelas menikah untuk tujuan bercerai tidak diperbolehkan..masih aja melakukannya untuk tujuan memenuhi kepuasaan raga nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s