Just because I’m so in love with you

Apakah semua laki-laki ditakdirkan untuk menjadi egois?

dan saya hanya bisa berupaya sabar dan menerima perlakuan semena-menanya. Dia terlalu egois, sekalipun dia merasa lemah dan tidak mampu melakukannya namun tak kan pernah mengizinkan saya untuk membantunya. Bukankah tidak seharusnya seperti itu? karena kita adalah manusia yang tak mungkin berusaha selamanya tanpa bantuan orang lain sama sekali. kita harus saling membantu apalagi dengan pasangan sendiri. Saya membantunya dengan ikhlas, tanpa mengharapkan dia akan membantu saat saya sedang lemah, tanpa ada maksud membuat dia merasa tidak berguna karena tidak dapat menyelesaikan permasalahan tersebut.

dan pada akhirnya ia hanya membiarkan masalah itu tenggelam berlarut-larut dan tak mengizinkan saya membahasnya, dan apabila muncul ke permukaan saya yang merasa jengkel dengan sifat nya yang menyebalkan. Saya menyadari sekali, saat seseorang menghadapi masalah yang berat perilaku seseorang itu kepada orang lain akan berubah, tepatnya menjadi menjengkelkan. Dan kita harus lebih bisa mengerti dan menerima bahwa orang tersebut sedang bermasalah. Tapi nampaknya situasi seperti ini selalu dan sering muncul karena masalah yang dia hadapi tidak kunjung usai.

Seringkali sebelum hal yang buruk terjadi pada nya, saya sudah mewanti-wantinya. menjelaskan panjang lebar kepada dia untuk mengantisipasi supaya hal tersebut tidak terjadi. Mungkin terdengar saya terlalu banyak mengatur hidupnya. tapi itu bukan kemauan saya, saya mau menerima dia apa adanya dengan segala hal buruk pada dirinya, namun dirinya sendiri yang tidak bisa menerima saat hal buruk itu datang padanya, saya hanya mencegah hal buruk itu terjadi, saya tidak mau di kemudian hari dia menyesal akan sikapnya yang dia lakukan sekarang.

kenapa dia tidak bisa mengubah kebiasaan buruknya, tidur larut malam, bangun terlalu siang, menghabiskan waktu berjam-jam untuk bermain didepan laptop atau dengan PS nya. berkali-kali saya melarangnya untuk tidak menghabiskan sebagian besar waktu dalam hidupnya untuk melakukan hal-hal yang tidak berguna seperti itu. Dia harus bisa lebih dewasa mengatur waktu dalam hidupnya. Dia harus bisa berpikir kedepan, bagaimana membahagiakan orang tua dan keluarganya. Dia harus bisa dan mau berusaha untuk mengejar kebahagianya. Karena tidak selamanya kebahagian datang secara cuma-cuma.

Kapan sifat malas nya akan berakhir ?. tidak kah dia berpikir setiap manusia hanya hidup satu kali didunia ini. dan setiap manusia tidak pernah tahu berapa lama sisa umur mereka. Bisa jadi esok mereka akan mati, satu bulan, satu tahun atau sepuluh tahun lagi. Dan tidak kah dia menginginkan hidupnya yang cuma satu kali hidup di dunia menjadi berguna? betapa menyesal nya kita apabila kita besok kita meninggal tapi selama ini hidup kita adalah hidup yang sia-sia. Maka lakukanlah sesuatu yang positif yang bisa kita lakukan setiap hari nya agar hidup kita berguna.

Aku tidak melarangnya untuk melakukan hal yang tidak berguna seperti itu. Aku hanya tidak mau hal tersebut dijadikan suatu kebiasaan. Aku tidak tahu harus berbuat apalagi untuk mengubahnya, agar ia lebih peduli terhadap dirinya, lebih peduli terhadap hidup nya, lebih peduli terhadap masa depannya. karena semua orang harus berubah dan bertambah dewasa. aku sangat menyayangi nya sehingga aku menginginkan dia mendapatkan hal yang terbaik untuk hidupnya. Namun ternyata hal-hal yang terbaik untuk hidup itu hanya bisa diraih kalau kita berusaha sungguh-sungguh.

Kadang pun saya tidak habis pikir, saat hatinya mulai tergerak, namun selalu saja hambatan datang lebih banyak dari apa yang telah ia usahakan. saya mengetahuinya dia telah berusaha cukup keras untuk keluar dari masalah ini.

Apakah Tuhan menginginkan dia untuk berusaha lebih keras lagi atau Tuhan masih ingin menguji seberapa kuat dia mampu bertahan dengan cobaan yang diberikan Nya. Tuhan pasti ingin mendewasakan nya membuat dia lebih tegar dan lebih kuat menghadapi permasalahan dan lebih menghargai pentingnya waktu dan kehidupan. Sebab setiap orang yang telah mampu berfikir dan bertindak dewasa adalah orang-orang yang pernah mengalami masalah berat dalam hidup mereka.

Mungkin cara seperti ini adalah cara yang dipilih Tuhan. Saya sudah berusaha susah payah untuk membuat dia mengubah sikap dan sifat nya, mulai dari cara yang paling halus sampai paling kasar, karena itu adalah pribadi nya yang melekat mungkin memang harus dia sendiri yang berkemauan keras untuk merubah nya, bukan orang lain, termasuk saya. Namun saya tidak akan menyerah, saya masih bisa berharap dan berdoa kepada Zat yang menciptakan lelaki egois itu agar dapat membuatnya berubah.

Originally post at here in April 16, 2010, 18:40

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s